Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako (Untad), Andi Akifah, resmi meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi setelah berhasil mempertahankan disertasinya di Universitas Hasanuddin (Unhas). Sidang Promosi Doktor tersebut diselenggarakan pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Ruang Inspiring Vision, Hotel Unhas Tamalanrea, Makassar.
Dalam ujian terbuka tersebut, Dr. Andi Akifah, S.Sos.,MICTM memaparkan hasil riset mendalam yang mengangkat judul “Komunikasi Risiko Bencana Berbasis Budaya Lokal dan Memori Kolektif Masyarakat Sulawesi Tengah”. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal serta ingatan kolektif masyarakat dalam membangun sistem mitigasi dan respons bencana yang lebih efektif di wilayah rawan bencana seperti Sulawesi Tengah.
Susunan Tim Promotor dan Penguji
Prosesi ujian akademik ini dipimpin dan dinilai oleh jajaran akademisi terkemuka di bidang komunikasi:
Tim Promotor:
- Prof. Andi Alimuddin Unde, M.Si (Promotor Utama)
- Drs. Syamsuddin Aziz, M.Phil.,Ph.D. (Co-Promotor)
- Penguji Eksternal:
- Prof. Ilyas Lampe, S.Sos., M.I.Kom (Universitas Tadulako)
- Tim Penilai Internal (Unhas):
- Prof. Arianto, S.Sos., M.Si
- Dr. Muliadi Mau, S.Sos., M.Si
- Dr. H. Muhammad Farid, M.Si
Kontribusi Bagi Mitigasi Bencana Sulawesi Tengah
Penelitian yang dilakukan Dr. Andi Akifah dinilai memberikan kontribusi teoritis dan praktis yang signifikan. Dengan menggali memori kolektif serta kebiasaan budaya lokal masyarakat Sulawesi Tengah, model komunikasi risiko yang dihasilkan tidak hanya berfokus pada pendekatan teknis atau instruksi pemerintah semata, melainkan menyatu dengan tatanan sosial yang sudah dipercayai dan dipraktikkan oleh warga lokal secara turun-temurun.
Dengan keberhasilan ini, kualifikasi akademis pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako semakin diperkuat, sekaligus mempererat jejaring kolaborasi riset antara Universitas Tadulako dan Universitas Hasanuddin dalam pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia Timur.

